Firman bukan tipe pemain yang mengandalkan perasaan atau mengikuti keramaian. Selama satu minggu penuh, ia menjalankan kebiasaan yang terlihat sederhana namun jarang dilakukan dengan konsisten, yaitu mencatat. Ia mencatat ritme permainan, perubahan suasana sesi, momen munculnya simbol penting, serta bagaimana keputusan kecil mempengaruhi hasil akhir. Dari luar, ini tampak seperti rutinitas biasa, tetapi bagi Firman catatan itu adalah peta yang membuatnya tidak mudah terpancing emosi. Ketika akhirnya ia membawa pulang uang 290 juta, banyak orang menyebutnya keberuntungan. Firman justru melihatnya sebagai hasil dari proses panjang yang rapi dan terukur.
Dalam permainan seperti Mahjong Ways 2, pemain sering kalah bukan karena tidak memahami game, tetapi karena keputusan diambil saat emosi memuncak. Catatan membantu Firman memisahkan emosi dari observasi. Ia tidak menilai sesi berdasarkan satu kemenangan atau satu kekalahan, melainkan berdasarkan pola perilaku yang berulang. Catatan membuatnya sadar kapan ia mulai terburu-buru, kapan ia terlalu lama bertahan, dan kapan seharusnya berhenti. Dengan begitu, modal terbesar Firman bukan uang semata, melainkan ketenangan dan disiplin yang terbentuk dari data yang ia kumpulkan sendiri.
Selama seminggu, Firman menulis poin-poin sederhana yang konsisten. Ia mencatat durasi sesi, jumlah putaran yang ia jalankan, serta momen ketika permainan terasa “aktif” atau “sunyi”. Ia juga menandai kemunculan simbol penting dan bagaimana efek visual mempengaruhi fokusnya. Catatan ini bukan bertujuan menebak hasil putaran berikutnya, melainkan membangun pemahaman tentang ritme permainan dan respon dirinya sendiri. Dari catatan itu, ia melihat bahwa keputusan yang stabil cenderung muncul saat ia membagi sesi menjadi segmen pendek dan tidak memaksakan permainan ketika ritme tidak mendukung.
Dari pengamatannya, Firman membentuk strategi sesi yang sederhana namun disiplin. Ia tidak memulai dengan taruhan agresif, melainkan menggunakan fase awal sebagai pengamatan. Jika dalam segmen awal permainan hanya memberi hasil kecil yang tidak menutup biaya, ia memilih berhenti dan kembali di sesi lain. Jika permainan menunjukkan ritme yang terasa lebih seimbang, ia melanjutkan dengan tempo yang tetap terkontrol. Strateginya berpusat pada evaluasi berkala, bukan pada keyakinan bahwa “sebentar lagi pasti keluar”.
Kemenangan besar yang membuat Firman membawa pulang 290 juta tidak datang dari satu putaran nekat, melainkan dari momen ketika ia sudah berada dalam kondisi yang siap. Karena ia menjaga batas dan tidak menguras modal di fase yang buruk, ia punya ruang untuk bertahan saat momentum benar-benar datang. Ketika momen besar itu terjadi, ia tidak panik dan tidak terbawa euforia, karena catatan dan rencananya membuat ia tahu kapan harus mengunci hasil. Bagi Firman, kunci kemenangan bukan memaksa permainan, melainkan memanfaatkan kesempatan ketika kondisi mental dan modal sama-sama aman.
Kisah ini memberi pelajaran bahwa catatan adalah alat sederhana yang sering diremehkan. Pemain tidak perlu catatan rumit, cukup kebiasaan menulis pola sesi dan reaksi diri. Dengan catatan, pemain bisa mengurangi ilusi pola dan menggantinya dengan evaluasi yang lebih jujur. Selain itu, catatan membantu membangun disiplin yang kuat, sehingga pemain tidak mudah terbawa suasana. Kemenangan besar memang tidak bisa dijanjikan, tetapi proses yang rapi membuat pemain lebih siap ketika peluang muncul.
Bermodalkan catatan dari analisis satu minggu penuh pada Mahjong Ways 2, Firman membuktikan bahwa disiplin bisa menjadi strategi yang paling nyata. Catatan bukan alat untuk memprediksi hasil, melainkan alat untuk menjaga konsistensi keputusan, mengelola emosi, dan membaca ritme sesi dengan lebih jernih. Ketika ia membawa pulang 290 juta, itu bukan hanya soal angka, tetapi cerita tentang proses yang dibangun pelan-pelan, hingga akhirnya memberi hasil yang tak terduga namun masuk akal dalam kerangka disiplin.